Disorientasi Pergerakan Mahasiswa
Pergerakan- Saya akan memberi fatihah dengan merefleksikan secara kritis apa yang ditulis Tan Malaka, “Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan arit, cangkul dan hanya mempunya cita-cita sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali.” Hal itu tidak diinterpretasikan sebagai keterpisahan secara raga, tapi keterasingan jiwa. Ketika yang dipelajari di bangku perkuliahan tidak ditautkan dengan kehidupan sehari-hari, tidak bemberikan dampak dan kebermanfaatan. Akhirnya gelar hanya menjadi beban di pundak mereka, tak sempat menyentuh hati masyarakat, bahkan tak sempat naik ke panggung peradaban. Tamparan keras yang disampaikan oleh salah satu tokoh revolusioner ini, yang jika melihat realitas sekarang, justru para sarjana seolah mengaminkan apa yang dikhawatirkan oleh Tan Malaka. Jangan terlalu naif, kita tau bahwa banyak sekali fenomena dimana maha...
